Barang Penumpang

 

penumpang

Barang penumpang adalah barang impor milik penumpang yang tiba bersama penumpang sebelum atau setelah kedatangan penumpang yang bersangkutan, yang dapat berupa:
  • Barang Keperluan Diri dan Sisa Bekal Penumpang yaitu barang baik dalam keadaan baru maupun bekas pakai yang wajar diperlukan selama dalam perjalanannya.
  • Barang Bawaan Penumpang yaitu barang yang bukan merupakan barang keperluan dirl dan sisa bekal penumpang.

Barang Bawaan Awak Sarana Pengangkut adalah barang impor yang dibawa oleh setiap orang yang karena sifat dan pekerjaannya harus berada dalam sarana pengangkut dan datang bersama sarana pengangkutnya.

Persyaratan

  1. Pembebasan Bea Masuk dan pungutan impor lainnya diberikan terhadap :
      • Barang keperluan diri dan sisa bekal penumpang.
      • Barang bawaan penumpang yang nilai pabeannya tidak melebihi FOB US$250.00 untuk setiap orang.
      • Barang bawaan awak sarana pengangkut yang nilai pabeannya tidak melebihi FOB US$ 50.00 untuk setiap orang.
      • Barang bawaan penumpang bukan penduduk Indonesia   seperti : kamera, video kamera, portable radio cassette recorder, teropong, perlengkapan olahraga, Laptop, telepon genggam atau perlengkapan sejenis lainnya, yang akan digunakan selama berada di Indonesia dan akan dibawa kembali pada saat meninggalkan Indonesia.
      • Barang bawaan penumpang penduduk Indonesia seperti: kamera, video kamera, portable radio cassette recorder, teropong, perlengkapan olahraga,
        Laptop, telepon genggam atau perlengkapan sejenis lainnya, yang telah dibawa ke luar negeri dan kemudian dibawa kembali ke Indonesia, pada saat keberangkatannya ke luar negeri wajib mengisi formulir yang telah ditentukan.
  2. Diberikan pembebasan Bea Masuk, Pajak dalam rangka impor dan cukai,terhadap penumpang atau awak sarana pengangkut yang membawa barang kena cukai dengan jumlah sebanyak-banyaknya :
      • 200 (dua ratus) batang sigaret atau 50 (limapuluh) batang cerutu atau 200 (dua ratus) gram tembakau iris, dan
      • 1 (satu) liter minuman mengandung etil alkohol dan minyak wangi dalam jumlah yang wajar.
  3. Apabila BKC yang dibawa penumpang atau awak sarana pengangkut melebihi jumlah sebagaimana dimaksud pada butir 2 (a) dan (b), maka atas kelebihan BKC tersebut dinyatakan sebagai barang yang dikuasai negara dan dijadikan milik negara untuk selanjutnya dimusnahkan dibawah pengawasan Kepala Kantor Pabean.
  4. Dalam hal nilai pabean barang bawaan penumpang melebihi FOB US$ 250.00 untuk setiap orang atau melebihi FOB US$.50.00 untuk setiap awak sarana pengangkut, dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor atas selisih lebih tersebut.
  5. Penumpang atau awak sarana pengangkut yang bersangkutan melakukan pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor atas selisih lebih sebagaimana dimaksud pada butir 4 tersebut di Kantor Pabean dengan mendapatkan Bukti Pembayaran Bea Cukai (BPBC).

Prosedur

  1. Penumpang atau awak sarana pengangkut yang tiba dari luar Daerah Pabean wajib memberitahukan barang bawaannya kepada Pejabat Bea dan Cukai di Kantor Pabean kedatangan dengan menggunakan Pemberitahuan Pabean yaitu Customs Declaration (CD).
  2. Penumpang atau awak sarana pengangkut mengisi CD dalam satu lembar tentang jumlah, jenis dan Nilai Pabean barang impor yang dibawanya.
  3. Penumpang atau awak sarana pengangkut menyerahkan CD yang telah diisi kepada Pejabat Bea dan Cukai dan dapat memilih jalur hijau atau jalur merah. Jalur Hijau adalah jalur pengeluaran barang impor dalam hal penumpang atau awak sarana pengangkut tidak membawa atau membawa barang impor yang nilai pabeannya tidak melebihi batas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang diberikan; Jalur Merah adalah jalur pengeluaran barang impor dalam hal penumpang atau awak sarana pengangkut membawa barang impor yang nilai pabeannya melebihi batas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang diberikan.
  4. Barang penumpang yang tiba tidak bersama penumpang bersangkutan (paling lama 60 hari setelah atau sebelum kedatangannya), harus dapat dibuktikan dengan paspor, baggage claim tag (tanda bukti barang penumpang) dan tiket yang bersangkutan.
  5. Barang penumpang yang tiba tidak bersama penumpang yang bersangkutan, tetapi:
      • Terdaftar didalam manifest (BC 1.1) diselesaikan dengan Pemberitahuan Impor Barang Tertentu (PIBT)
      • Terdaftar sebagai barang “Lost and Found”, diselesaikan dengan CD

 

Perhatian:

Dalam hal terdapat kecurigaan, Pejabat Bea dan Cukai dapat melakukan pemeriksaan fisik terhadap barang bawaan penumpang atau barang bawaan awak sarana pengangkut yang dikeluarkan melalui jalur hijau; Apabila hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya kelebihan BKC dari jumlah yang ditentukan, dimusnahkan dibawah pengawasan Kepala Kantor Pabean dan terhadap barang yang dilarang atau dibatasi impornya, Pejabat Bea dan Cukai melaksanakan penegahan dan menyerahkan bukti penegahan kepada pemilik barang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: