Istilah-istilah singkat yang biasa dipakai dalam process export dan import

ShipperShipper adalah Exportir atau si Pengirim barang. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).

Consignee : Consignee adalah Importir atau si Penerima barang. Nama dan alamat lengkap Consignee harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, PackingList, Commercial Invoice, COO, PEB (Pemberitahuan Export Barang), PIB (Pemberitahuan Import Barang ketika Importir mengurus proses pengeluaran barang dari Pelabuhan).

Notify Party : Notify Party adalah pihak kedua setelah Consignee yang berhak untuk diberitahu tentang adanya suatu pengiriman dan penerimaan barang export / import. Dalamp rakteknya, Nama dan Alamat Notify Party ini sama dengan nama dan Alamat Consignee. Tetapi ini semua tergantung dari perjanjian awal antara pihak Shipper dan Importir. Nama dan alamat lengkap Notify Party harus tertulis jelas didalam dokumen-dokumen seperti : Bill Of Lading, Packing List, Commercial Invoice, COO. Atau jika Notify Part sama dengan Consignee maka cukup ditulis SAME AS CONSIGNEE.

Shipping Mark & NumberShipping Marks & Number adalah jumlah carton dan tandapengiriman yang tercantum di kemasan barang. Data Shipping Marks & Number initercantum didalam Packing List dan Bill Of Lading.

Description of GoodsAdalah perincian barang. Description of Goods ini terdapat didalam Packing List (Lengkap) dan Bill Of Lading. Hanya saja penulisan data Description of Goods pada Bill Of Lading lebih sederhana atau hanya garis besarnya saja. Misalnya, didalam Packing List tertulis 2 Mesin Injection, 2 Mesin Bubut, 2 Mesin Grinda. Maka padaBill Of Lading cukup ditulis 6 Packages (total kemasan) of Mesin Injection, mesin bubut and mesin gerinda.

G.W.G.W. adalah singkatan dari Gross Weight. Yaitu berat kotor dari berat kemasan danberat barang itu sendiri. Contoh berat barang itu 2 Kgs dan berat kemasannya 0.5 Kgs maka G.W. : 2.5 Kgs

N.W.N.W. adalah singkatan dari Net Weight / berat bersih yaitu berat barang sebelum dikemas.

LCL : Less than Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang tanpa menggunakan container dengan kata lain parsial. Jika kita menggunakan jenis pengiriman LCL, maka barang yang kita kirim itu ditujukan ke Gudang penumpukan dari shipping agent. Lalu dari pihak Gudang tersebut akan mengumpulkan barang-barang kiriman LCL lain hingga memenuhi quota untuk di loading / di muat ke dalam container.

FCLFull Container Loaded yaitu jenis pengiriman barang dengan menggunakan container. Walaupun quantity barang tersebut lebih pantas dengan mode LCL, tetapi jika shipper mengirimkan barangnya dengan menggunakan container maka jenis pengiriman ini disebutdengan FCL. Pengiriman barang dengan mode FCL maka kita harus mendatangkan container ke Gudang kita untuk process stuffing (proses pemuatan barang). Setelah stuffing selesai, container itu kita segel dan kita kirimkan ke Tempat Penumpukan Peti Kemas dipelabuhan.

CFSContainer Freight Station yaitu mode pengiriman dari Gudang LCL Negara asal sampai ke Gudang LCL Negara tujuan. CFS-CFS menandakan bahwa mode pengiriman barang tersebut dengan cara LCL.

CY Container Yard yaitu mode pengiriman dari Tempat Penumpukan Peti Kemas Negaraasal sampai ke Tempat Penumpukan Peti Kemas Negara tujuan. CY-CY menandakan modepengiriman barang tersebut secara FCL.

VesselKapal

Feeder Vessel : Kapal pengangkut container dengan kapasitas kecil yang mengangkutcontainer dari pelabuhan muat menuju pelabuhan transit untuk di pindah ke Mother Vessel.Contoh : dari Tg. Priok menuju ke Singapore atau Hongkong….dsb

Mother Vessel : Kapal pengangkut dengan kapasitas besar yang mengangkut containerdari pelabuhan transit menuju pelabuhan tujuan.

Catatan :

Jika pengiriman barang daripelabuhan muat (misalnya : Tg. Priok, Jakarta ) menuju pelabuhan bongkar (misalnya :Busan, Korea) dengan menggunakan 1 Kapal saja maka tidak ada istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel. Istilah Feeder Vessel dan Mother Vessel jika pengiriman barang dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar tersebut menggalami pergantian kapal. Misalnya: Pelabuhan muat Tg. Priok dan Pelabuhan bongkarnya Los Angeles, California. Sementara route pengiriman itu melalui Jakarta – Singapore menggunakan Kapal YM Glory dan Singapore – Los Angeles, CA mengunakan Kapal Hanjin Sao Paulo. Maka Feeder Vessel nyaadalah YM Glory dan Mother Vesselnya adalah Hanjin Sao Paulo.

VoyageNomor Keberangkatan Kapal yang biasa disingkat dengan V. atau Voy.. Nomorkeberangkatan harus selalu ada dibelakang nama Kapal. Contoh : YM Glory V. 23 artinyaNama Kapal YM Glory dengan nomor keberangkatan kapal (Voyage) 23.

ETDEstimation Time of Departure adalah perkiraan waktu keberangkatan Kapal.

ETA :Estimation Time of Arrival adalah perkiraan waktu kedatangan Kapal

Bill Of Ladingatau biasa di singkat dengan B/L, arti sederhananya adalah Konosemen atau bukti pengiriman barang dan pengambilan barang. Form Bill Of Lading itu sendiri harus sudah mendapatkan legalitas dari dunia International sebagai alat / bukti pengiriman dan pengambilan barang export / import. Didalam Bill of Lading memuat data-data Shipper,Consignee, Notify Party, Vessel & Voy. No Shipping Marks & Numbers, Description of Goods, GW, NW, Measurement, POD, POL, Destination. B/L dikeluarkan oleh pihak pengangkut baik pelayaran, penerbangan atau lainnya atau agennya yang menunjukkan bahwa pengirim mengirimkan barangnya dengan kesepakatan yang tertulis di dalam B/L tersebut. B/L ini jika oleh pelayaran lazim disebut Bill Of Lading (B/L) namun untuk maskapai penerbangan disebut Airwaybill, atau bahkan ada sebutan lain Ocean B/L, Marine B/L, Sea waybill. Apapun sebutan itu pada dasarnya sama adalah dokumen pengangkut, dan semua itu adalah dalam kategori B/L. (meski dalam prakteknya akan berbeda, tapi yang jelas kita samakan semuaitu adalah B/L).

P.O.L Port Of Loading = Pelabuhan Muat

P.O.DPort Of Discharge = Pelabuhan Bongkar

Collect : mengumpulkan, menagih

Freight Collect : biasa disebut dalam dokumen transportasi Bill of lading. Hal ini menunjukkan bahwa biaya transportasi atau biaya kapal menjadi beban atau akan dibayar oleh penerima barang di tempat tujuan. Artinya pengirim hanya mengirim barang tanpa membayar biaya kapal, namun penerima barang sewaktu akan mengambil barang dari kapal harus membayar biaya kapal terlebih dahulu. Besarnya biaya kapal seperti tertera pada dokumen B/L, namun jika B/L tidak memberikan informasi ini, besarnya biaya dapat ditanyakan kepada pengirim barang maupun perusahaan transportasi bersangkutan, tentunya sesuai harga yang telah disepakati antara pengirim dengan perusahaan pengangkut atau antara penerima barang dengan perusahaan pengangkut.

Surat Keterangan Asal (SKA) Surat Keterangan Asal (SKA) atau biasa disebut Certificate of Origin (COO) adalah merupakan sertifikasi asal barang, dimana dinyatakan dalam sertifikat tersebut bahwa barang / komoditas yang diekspor adalah berasal dari daerah / negara pengekspor. Mendasari hal ini adalah kesepakatan bilateral, regional, multilateral, unilateral atau karena ketentuan sepihak dari suatu negara pengimpor/ tujuan, yang mewajibkan SKA/COO inidisertakan pada barang ekspor Indonesia. COO / SKA ini yang membuktikan bahwa barangtersebut berasal, dihasilkan dan atau diolah di Indonesia. Ada 2 (dua) Jenis SKA / COO :

1. SKA Preferensi : Jenis SKA/COO sebagai persyaratan dalam memperoleh preferensi yang disertakan pada barang ekspor tertentu untuk memperoleh fasilitas berupa pembebasan seluruh atau sebagian bea masuk yang diberikan oleh suatu negara/kelompok negara tujuan.

2. SKA Non Preferensi Adalah jenis dokumen SKA yang berfungsi sebagai dokumen pengawasan dan ataudokumen penyerta asal barang ekspor untuk dapat memasuki suatu wilayah Negara tertentu

Yang termasuk dalam SKA Preferensi seperti :

1. Form “A” Generalized System of Preferences

2. Certificate in Regard to Traditional Handicraft Batik Fabrics of Cotton

3. Form “D” ASEAN Common Efective Prefential Tarif Scheme (CEPT)

4. Certificate in Regard to Certain Handicraft Products

5. Certificate Relating to Silk or Cotton Handlooms Products

6. Industrial Craft Certification (ICC)

7. Global System of Trade Preference Certificate of Origin

8. Certificate of Handicraft Goods

9. Certificate of Authenticity Tobacco

10. “Form E” ASEAN-China Free Trade Area (AC-FTA)

11. “Form IJEPA” (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement)

Yang termasuk SKA Non Preferensi seperti :

1. ICO Certificate of Origin

2. Fisheries COO

3. COO for Imports of Agricultural Products into MEE (Europe Community)

4. COO Handlooms Traditional Textile Products of the Cottage Industry

5. Certificate of Origin Form “K”

6. COO(Textile Products)

7. Form “B”

8. Certificado De Pais De Origen

Commercial Invoice (invoice)Commercial invoice adalah merupakan dokumen nota/ faktur penjualan barang ekpor/impor.Diterbitkan oleh penjual/ eksportir/ pengirim barang. Di dalam commercial invoice ini wajib mencantumkan : nomer dan tanggal dokumen commercial invoice, nama pembeli/ importir/ penerima barang/ consignee/ applicant, nama barang, harga per unit (dijual berdasarkan, pcs/ kgm/ cbm/ dozen/ lainnya), harga total seluruh barang, cara penyerahan barang (FOB, CNF, CIF / lainnya) Hal-hal diatas perlu ditulis didalam commercial invoice, adapun informasi lain dapat disertakan seperti : nama kapal/ pesawat, no container, tempat muat dan bongkar dsb. Commercial invoice ini juga digunakan sebagai dasar untuk menghitung pajak / pungutan negara.

Consignee : Consignee adalah penerima barang yang tertulis di dalam dokumen perjalanan, biasanya di Bill of Lading, Air way bill, maupun dokumen transportasi lainnya. Consignee bisa dikatakan sebagai pembeli / buyer / importer. Sedang dalam L/C lazim disebut sebagai Applicant (pihak yang mengajukan permohonan L/C kepada bank penerbit)

Demurrage: adalah beaya keterlambatan pengembalian container kepada pelayaran. Ini arti yang lazim digunakan dalam kaitannya ekspor impor. Meski definisi yang lain ada namun yang kami maksud adalah denda keterlambatan oleh pelayaran yang ditagihkan kepada importir, yahanya importer atau pembeli atau penerima barang. Semisal importer ketika mengambil barang di pelabuhan mendapatkan “Free Time Demurrage” dari pelayaran 7 days (tujuh hari, dan ini merupakan default, kebiasaan lazim yang diberikan), artinya pelayaran hanya memberikan kelonggaran waktu sampai tujuh hari sejak kedatangan kapal. Jadi importir hanya mempunyai waktu tujuh hari untuk mengurus dan menyelesaikan pengeluaran impornya, pendek kata container kosong sudah harus kembali ke pelayaran dalam tujuh hari, jika dikembalikan melebihi tujuh hari maka importir akan dikenai denda keterlambatan atau biasa disebut demurrage. Tarif demurrage sendiri beragam antara pelayaran satu dengan yang lain, dan tentuberbeda juga untuk container kecil dan container besar. Seperti container kecil / 20 feet dengan tarif denda USD. 10 / hari dan container besar / 40 feet dengan tarif denda USD. 20/hari. Dalam hal lain free time demurrage bisa diberikan 10 hari, 14 hari, 21 hari sesuai kesepakatan antara pengirim barang dengan maskapai pelayaran, hal ini dengan pertimbangan tertentu, mungkin barang yang dikirim mempunyai kesulitan pembongkaran atau jauh dalam pengirimannya ke tempat penerima barang atau merupakan barang yang memerlukan pemeriksaan fisik dan diperkirakan memakan waktu lama oleh pejabat pemerintahan dsb. Jika keadaan memang demikian sebaiknya dari awal pengiriman mengajukan permohonan ke perusahaan angkutan pelayaran atau sejenis untuk memberikan pembebasan/ kelonggaran “Free time Demurrage” selama mungkin.

Fumigasi / Pengasapan: Fumigasi adalah teknik pengendalian hama dengan cara menyemprotkan / mengasapi dengan gas beracun (fumigan) pada ruang kedap udara dengan dosis, temperatur & waktutertentu. Ada beberapa jenis fumigan yang digunakan dalam melakukan kegiatan fumigasi antara lain: Metil Bromida (CH3Br), Phosfin (PH3), Karbondiosida (CO2), Sulfuril Florida (SO2F2), Asam sianida (HCN), penggunaan fumigan ini harus mendapat pengawasan khusus dariDepartemen Pertanian dan Departemen kesehatan. Fumigasi merupakan pekerjaan pembasmian hama pada komoditi ekspor, tempat-tempat penyimpanan barang/komoditi (pergudangan), gudang arsip, kapal dan container. Dengan sasaran hama yang dibasmi : Tikus, kutu, kecoa, serangga, bubuk kayu ( Rotan ), dan hamagudang lainnya.

Prepaid : dibayar dimuka

Freight prepaid : biasanya disebut seperti ini dalam dokumen perjalanan Bill of lading /airwaybill. Hal ini menunjukkan pembayaran ongkos muatan / kapal / pesawat / transportasi telah dibayar oleh pengirim / shipper / penjual / eksportir. Artinya penerima barang tidak perlu lagi membayar ongkos transportasi / biaya kapal.

Packing List – Weight Listadalah merupakan dokumen packing / kemasan yang menunjukkan jumlah, jenis serta berat dari barang ekspor/impor. Juga merupakan penjelasan dari uraian barang yang disebut didalam commercial invoice.

Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB): Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) adalah dokumen pabean yang digunakan untuk memberitahukan pelaksanaan ekspor barang. PEB dibuat oleh eksportir atau kuasanya dengan menggunakan software PEB secara online. Barang yang akan diekspor wajib diberitahukan ke Kantor Bea dan Cukai dengan menggunakan PEB ini. PEB diajukan untuk memperoleh respon Nota Persetujuan Ekspor (NPE). Barulah kemudian NPE digunakan sebagai surat jalan untuk memasukkan barang ekspor ke kawasan pabean/kawasan dalam pengawasan bea cukai yang dipersiapkan untuk ekspor.

Istilah-istilah singkat yang biasa dipakai dalam process export dan import

Advance payment : Transaksi pembayaran yang dibayarkan kemudian

Barge : Tongkang, perahu

Bill of exchange : Wesel (dalam kaitannya L/C)

Bill of lading (B/L) : Dokumen pengapalan/ perjalanan

Bonded zone : Kawasan berikat

Buyer : Pembeli Cargo

Plan : Rencana muatan Cargo

Space : Ruang sisa muatan untuk cargo/ barang/ container

Collect : Dibayar kemudian / belakangan Commercial Invoice : Dokumen faktur penjualan / Nota barang

Container Free Station : Lapangan/ tempat penumpukan bukan/ bebas container

Consignee : Penerima barang

Consignment : Pembayaran transaksi yang dibayarkan setelah barang terjual (titip jual , konsinyasi)

Container : Kontainer / Peti kemas

Container Yard (C/Y) : Tempat penumpukan container di dermaga

Gross Weight : Berat kotor barang

ETA (Estimated time of arrival) : Perkiraan kedatangan sarana pengangkut

ETD (Estimated time of departure) : Perkiraan keberangkatan sarana pengangkut

Exportir : Pihak yang melakukan ekspor

Feet/ Foot : Ukuran [Kaki] yang digunakan sebagai ukuran

Container Freight : Beaya / ongkos kapal / perjalanan

Importir : Pihak yang melakukan impor

L/C : Letter of Credit, cara pembayaran dengan melibatkan pihak perbankan dengan mengacu kepada sales contract (kontrak jual beli)

Measurement : Ukuran kubikasi barang Merchant

Feeder vessel : Kapal pengumpan / kapal niaga sebagai pengangkut awal (pre-carriage) untuk menuju ke kapal besar

Nett weight : Berat bersih

Notify party : Pihak yang diberitahu

Open account : Transaksi pembayaran yang dilakukan di muka

Packing list : Dokumen data kemasan & berat barang

Port of delivery : Pelabuhan [tujuan] pengiriman

Port of discharge / unloading : Pelabuhan bongkar

Port of loading : Pelabuhan muat

PPJK : Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan

Prepaid : Dibayar dimuka

Seal : Segel kontainer / peti kemas

Seller : Penjual

Shipper : Pengirim barang / pemakai jasa angkutan

Shipping : Perusahaan pelayaran

Stuffing : Pemuatan barang untuk ekspor ke dalam peti kemas/ lainnya

TPK : Terminal Peti Kemas

Trucking : Perusahaan pengangkut truk/ armada

About these ads

25 thoughts on “Istilah-istilah singkat yang biasa dipakai dalam process export dan import

  1. kian 15 Mei 2013 pukul 20.31 Reply

    Mo tny
    Tgl COO apakah hrs sama dgn tgl kapal berangkat?

    • Erik Yuliadi 16 Mei 2013 pukul 07.09 Reply

      Terima Kasih mas Kian atas pertanyaannya
      Menurut saya Certificate of Origin (Surat Keterangan Asal), tangalnya tidak harus sesuai dengan tanggal keberangkatan seperti halnya invoice dan packinglist

      Salam

  2. winnymarch 17 Juni 2013 pukul 09.31 Reply

    lengkap dah

  3. hery 17 Juni 2013 pukul 13.56 Reply

    sangat bermanfaat :) thanks

  4. Erik Yuliadi 17 Juni 2013 pukul 16.25 Reply

    Terimakasih om dan tante sudah mampir :D ..Salam Berkah..

  5. Dicky Mj 3 Juli 2013 pukul 10.39 Reply

    Gann mohon bantuanya saya mau tanya jika freight prepaid,biaya apa saja yang harus di bayar oleh penerima barang?

    • Erik Yuliadi 3 Juli 2013 pukul 13.39 Reply

      Dear Pak Dicky
      Freight Prepaid: berarti harga jual mencakup biaya pengiriman sampai ke tempat yang telah ditentukan. Biasanya mengikuti FOB pelabuhan keberangkatan. dalam hal ini berarti penerima barang sudah tidak bayar lagi karna sudah mencakup harga jual,adapun Biaya tersebut dibebankan dengan menambahkan pada faktur (invoice) yang ditujukan kepada pembeli.

      Wassalam

  6. Nur Samsiyah 27 Oktober 2013 pukul 18.54 Reply

    thanks oom…sangat bermanfaat

  7. heriyanto 12 November 2013 pukul 14.38 Reply

    Salam kenal.
    Terima kasih atas ulasannya.
    Dan kemana saya harus ikut training atau pelatihan dalam mengurus Export-Import barang ( container) dan apa harus ada sertifikat nya..

    Terima kasih,

    Hery

    • Erik Yuliadi 12 November 2013 pukul 15.08 Reply

      Untuk mengikuti training ada banyak lembaga namun Carilah lembaga pendidikan yang profesional, biasanya ditandai dengan memiliki website resmi seperti widyabhakti, apreisindo, dll. Untuk Diklat Ahli kepabeanan Berdasarkan peraturan Menteri Keuangan No. 65 tahun 2007 dan Peraturan DJBC No. 24 tahun 2007;
      Pendidikan dan Pelatihan ini akan diuji BPPK (Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, sehingga berijazah negara.
      Ijazah Ahli Kepabeanan merupakan salah satu persyaratan untuk menjadi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan ( PPJK ) atau kelengkapan dalam rangka untuk mendapatkan Nomor Identitas Importir ( NIK ) di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta syarat untuk menjadi Kuasa Hukum di Pengadilan Pajak.

      Semoga Bermanfaat
      Salam

      • Heriyanto 13 November 2013 pukul 15.33

        Terima kasih, dan sangat bermanfaat

  8. Helmi Syarief 28 Desember 2013 pukul 05.04 Reply

    Yth.Pak Erik

    Mau tanya, berapakah biaya angkut batubara /MTnya dari Muara Taboneo Kalimantan Selatan ke Karachi Pakistan dengan menggunakan Mother Vessel,Terima kasih atas bantuannya.

  9. ambar 5 Januari 2014 pukul 11.40 Reply

    terimakasih infonya..

  10. ambar 5 Januari 2014 pukul 11.42 Reply

    oiya mau tanya dong , bisa minta tolong dijelaskan lebih detail proses pengiriman barang dari shipper sampai ke tempat cosignee ? terimaksih

  11. wulan 17 Januari 2014 pukul 17.08 Reply

    sangat bermanfaat banget
    terutama buat saya yang masih fresh graduate :)

  12. Ruli 1 Februari 2014 pukul 21.08 Reply

    Salam kenal dar saya,

    Mohon infonya & pencerahan mengenai proses awal apa bila kita mau import barang. Dan kemana saja yang harus di datangi dalam pengurusan dokumen2 import tsb sampai barang yg kami import dapat keluar dari pelabuhan.

    Thanks & regards,
    Ruli

  13. wulan 12 Maret 2014 pukul 16.09 Reply

    Mohon informasinya mengenai HS Code & bagaimana mekanisme pencabutan pembebasan bea masuk atas barang impor (karena produsen lokal yang mengakui dapat memproduksi barang tersebut terbukti tidak dapat memproduksi barang yang dimaksud), terima kasih atas penjelasannya.

  14. vi2n 13 Maret 2014 pukul 19.13 Reply

    saya mau tanya kalo di packing list description good “seed potatoes” di b/l hanya “potatoes” apakah masalah dengan bea cukai? terima kasih

    • Erik Yuliadi 10 Juni 2014 pukul 14.25 Reply

      Yth vi2n…sebaiknya inv & PL nya di revisi dulu disamakan dengan B/L karna untuk pembuatan dokumennya mengacu ke B/L

  15. yudha 9 Mei 2014 pukul 15.05 Reply

    mau nanya kalo istilah barang atau kargo “nominasi” dengan “free hands” itu apa bedanya…

    • Erik Yuliadi 10 Juni 2014 pukul 14.20 Reply

      Yth Pak Yuda..nominasi/free hand cargo adalah services dari gudang pengirim sampai dengan gudang penerima, maupun service dari pelabuhan muat sampai dengan pelabuhan bongkar.

  16. ramarianty 4 Agustus 2014 pukul 09.29 Reply

    Yth Erik Yuliadi
    Ulasan yg sangat bermanfaat.
    Saya ingin melakukan kegiatan ekspor. mohon bantuannya untuk menjawab serta menjelaskan beberapa istilah sbg berikut :
    1. FRT 40ft
    2. EMF
    3. CAD term

    terimakasih.
    Salam hormat

    A. Ramadani

    • Erik Yuliadi 4 Agustus 2014 pukul 11.16 Reply

      Yth Pak Ramadani

      1.Untuk FRT 40 Feet Mungkin maksudnya Jenis Containernya 40 Feet Flat Rack , karna Container ada berbagaimacam jenis:
      – 45 Feet High Cube Dry
      – 40 Feet Dry Freight
      – 40 Feet Open Top
      – 40 Feet Flat Rack
      – 40 Feet Collapsible Flat Rack
      – 40 Feet Platform
      – 40 Feet Reefer
      – 40 Feet High Cube Reefer
      2. Mungkin itu kode pengiriman PJT ( Perusahaan Jasa Titipan ) seperti PT POS Indonesia / EMS
      – EMA : Pengerjaan Kiriman EMS dibagian Loket dan Puri Kirim Kantor Kirim (UPT)
      – EMB : Pengerjaan Kiriman EMS dibagian Terima Kantor Tukar (Kiriman EMS yang datang dari UPT)
      – EMC : Pengerjaan Kiriman EMS dibagian Puri Kirim di Kantor Tukar (Kiriman EMS untuk dikirim ke negara tujuan)
      – EMD : Pengerjaan Kiriman EMS dibagian Puri Terima di Kantor Tukar (Kiriman EMS yang datang dari Luar Negeri)
      – EME : Pengerjaan Kiriman EMS yang masuk ke Bea Cukai
      – EMF : Pengerjaan Kiriman EMS dibagian Puri Kirim di Kantor Tukar (Kiriman EMS yang diterima dari LN untuk dikirim ke UPT)
      – EMG : Pengerjaan Penerusan Kiriman EMS dari Ktr Lalubea ke UPT Inbound
      – EMG : Pengerjaan Kiriman EMS dibagian Puri Terima di UPT (Kiriman EMS yang akan diantarkan)
      – EMH : Pengerjaan Kiriman EMS dibagian Antaran di UPT (Kiriman EMS yang gagal diantar / Retour / Penerusan ke KPC)
      – EMI : Pengerjaan Kiriman EMS dibagian Antaran di UPT / Kantor Tukar (Kiriman EMS yang Berhasil diantar / diserahkan)
      3.Pembayaran Non L/C (Cash Against Document/CAD, Advance Payment, dan lain-lain). Pertimbangan memutuskan menggunakan pembayaran Non L/C disepakati Eksportir dan Importir antara lain karena bila menggunakan L/C, pembongkaran barang di pelabuhan tujuan menjadi terlambat atau dengan alasan efisiensi waktu/biaya.
      Berdasarkan pertimbangan besarnya resiko, Eksportir dan Impotir biasanya menggunakan cara berikut:
      a. Importir pecaya bahwa Eksportir akan mengapalkan barang sesuai kontrak/kesepakatan. Dalam kondisi ini, Importir membayar 100 persen nilai invoice/faktur di muka (sebelum barang dikapalkan /Advance Payment) dengan cara mentransfer ke rekening valuta asing (valas) milik Eksportir. Eksportir kemudian segera mengirimkan dokumen ke Importir.
      b. Importir membutuhkan kepastian pengapalan, sementara Eksportir percaya kepada Importir sehingga bersedia menanggung resiko. Importir membayar bila dokumen original sudah diterima dan diperiksa kebenarannya. Seluruh dokumen dikirim langsung ke Importir. Pembayaran dengan cara ini disebut Cash Against Documents (CAD). Pada kenyataannya pembayaran tidak dalam bentuk tunai (Cash), akan tetapi tetap melalui mekanisme transfer antar bank. Pembayaran dengan CAD sangat beresiko bagi Eksportir mengingat barang dan dokumen sudah dikirim, sehingga kepemilikan barang yang dikapalkan sudah menjadi “hak Importir” padahal Importir belum membayar.
      c. CAD dapat pula dilakukan dengan cara penyerahan dokumen melalui bank yang ditunjuk di Pelabuhan Tujuan. Importir dapat mengambil dolumen hanya bila telah melakukan pembayaran ke Bank yang ditunjuk. Bank yang ditunjuk tersebut selanjutnya mentransfer dana ke Bank di Pelabuhan muat yang ditunjuk Eksportir.
      Dengan cara ini, Eksportir menyerahkan dokumen ke Bank-nya di Indonesia, dengan permintaan agar dokumen diserahkan kepada Importir melalui Bank di Pelabuhan Tujuan. Kedua bank tersebut melakukan korespondensi dan mengirimkan dokumen melalui courier service.
      Dalam kondisi ini, Importir merasa pasti menerima dokumen, sementara Eksportir merasa yakin bahwa dokumennya diserahkan ke Importir hanya setelah ada pembayaran.

      CMIIW

      Salam

  17. Gunt 5 Agustus 2014 pukul 08.38 Reply

    Wuuw.. Complete.. mas mau tanya… untuk doc P/L & Invoice original kan diperlukan ketika proses cutom, sedangkan kita tidak terima dari consignee maupun shipper,. otomatis kita gunakan S.E.2.1 kan, (surat pernyataan tanpa invoice & P/L) tapi consignee mengisi S.E.2.1 dengan menghapus “Akte Notaris yang tercantum Di S.E.21,.. apakah bermasalah nantinya..??

    • Erik Yuliadi 5 Agustus 2014 pukul 10.30 Reply

      Sepertinya bermasalah mas..karna sesuai surat edaran Dirjen BC Nomor: SE-21/BC/2003 tentang dokumen pelengkap pabean bahwa yang berkaitan dengan barang impor yang menggunakan Pemberitahuan Impor Barang (PIB), maka dokumen pelengkap paben adalah: Inv,P/L,B/L atau AWB,Polis Asuransi dalam atau luar negeri, Bukti pembayaran bea masuk Cukai atau PDRI, Bukti pembayaran Jaminan (BPJ) atau surat tannda terima jaminan (STTJ),Surat Kuasa apabila pemberitahuan dilakukan oleh PPJK, Keputusan pembebasan atau keringanan dari instansi terkait. terlampir SE-21/BC/2003

      CMIIW
      Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 626 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: